|
Ada beberapa temen yang nanya, kenapa gue ngasi nama rumahku yang satu ini dengan nama lz.rangtanjung. Beginih…mohon disimak ya anak-anak …kek pak Tino Sidin, eh tu bapak apa kabarnya sekarang ya?? Awalnya gini,
gw bikin rang tanjung ini sebenere udah setaon yang lalu. Tapi keburu habis kontrak sebelum dipoles . Rasanya miris sekali disaat dulu, gw mendengar ada salah seorang teman yang berasal “negeri X†tapi beliau sendiri mengaku dirinya berasal dari “Tanah Xâ€. Hm…terbesit pertanyaan dihati, kenapa begitu ya?? Apakah dia malu mengakui asal negeri sendiri?. Yah, kembali keprinsip masing-masing. Sejak detik itu, daku semakin bangga kalo daku ini “GADIH MINANG†yang bersuku Tanjung. “RANG†berarti orang ato kalo lengkap minangnya adalah “URANG†artinya daku adalah Seorang Tanjung. Di negeri asalku ciee… yaitu padang alias ranah minang menganut aliran Matrilinealisme. Dimana keturunan mengikuti garis darah ibu. Nah, ibuku yang berdarah minang bersuku “Tanjungâ€. Otomates…abang pertama ampe gue yang bungsu plus keturunan-keturunan selanjutnya akan nempel status suku “Tanjung†ini. Untuk detail per SUKU-an minang gue ga begitu jelas. Karena dari ibuku sendiri ga banyak cerita tentang “Minang†itu sendiri, hanya sepenggal sejarah saja yang diceritakan ke kami. Dan dakupun masih banyak belajar ttg minang, baik dari buku maupun dari website, salah satunya belajar di cimbuak **bukan promosi lo ya. Alhasil, dari mulai uda-uniku sendiri kagok kalo ngomong padang (kecuali abang pertama n kedua yg memang terlahir disana). Gw sendiripun masih belajar ngomong minang dengan suami dan temanku. Nah… Dibalik itu semuwa Gue BANGGA berdarah minang . Karena itulah, nama rumahku yang satu ini berembel-embel TANJUNG. Gue ga malu mengakui kalo gw berdarah minang. Buat apa!! Junjunglah negeri sendiri, aku akan selalu bangga menceritakan betapa indahnya negeri minang itu. Walaupun sebenarnya daku terlahir di kota Pempek Palembang, lalu berjalan menuju cita-cita di kota Metropolitan, dan sekarang terdampar di pulau kalajengking ini, tapi kok ya kota Padang adalah harapan dan tumpuan cieeh beibehh ... Dakupun bercita-cita jika nanti tua, aku ingin menghabiskan usia senjaku di Nagari Minang itu. Menikmati indahnya sawah, gunung, sungai yang masih penuh dengan bebatuan...hwuaaa sueeejuuukkkkk!!!! Eh..eh..kalo daku dah tua itu sawah masih ada ga ya?? sungai-sungai yang berair jernih apa masih kek gitu ya? gunung?? hutan?? Semoga!! Sekian laporannya, dah ga penasaran lagikan?? pemandangan di sekitar rumah, penampakan gunung talang dan sawah nan hijau penampakan merapi dipasar sekitar pariaman kalo ga salah, daerah apa itu namanya ya hutan dilembah anai Penampakan Merapi dari kampung si Abak
|
Comments
kangen ga ma sicincin, kapan magang, kalo magang info ya...apply ke McD, nanti ketemu uni :cheer:
Aku juga bangga jadi orang minang. Kebetulan ayahku juga bersuku Tanjung.Banyak adat istiadat minang yang diajarkan orangtua kepada kami anak2nya.
Walaupun besar di ibukota, kerinduan untuk plg kampung tetap ada.
Klo ga salah tuh ada penampakan Bus Merknya Doris Abadi,
Itu bus yg punya orang kampung halaman sy bun...
saya juga bangga jadi orang jawa....
Makaasih...
aku jg bangga dengan darah asli ku *palembang* walo lahir dan besar dijakarta...dan sekarang bahkan jauh dr indonesia..tetaaappp cinta palembang dan pempeknya..hahahaha :evil:
salut ma kamu..
RSS feed for comments to this post